1Yohanes 5:1-5
Percaya pada Yesus adalah pekerjaan Allah bukan hanya keputusan manusia (ayat 1). Ketika manusia percaya pada Yesus, saat itu ia dilahirkan dari Allah. Kata kerja dilahirkan pada ayat 1 dipakai dalam bentuk pasif bukan aktif. Di sini terlihat hubungan tak terpisahkan antara tindakan manusia untuk percaya dan karya Allah melahirkannya menjadi anak-anak.
Dilahirkan menjadi anak-anak Allah berarti dipersilakan masuk ke dalam relasi kasih. Relasi kasih dengan Allah melalui Yesus inilah yang seharusnya mendorong kita untuk:
1. mengasihi Allah (1Kor 8:3; Yoh 8:42)
2. melakukan perintah Allah (Ul 6:25)
3. mengasihi saudara seiman. (1Pet 3:8; 1Yoh 4:7,11)
Untuk melaksanakan ketiga perintah tersebut, ada langkah-langkah yang harus kita perhatikan dan pahami.
1. Sifat perintah Allah. (1Yoh 3:24; Rom 16:26)
Perintah Allah tidak berat karena beban yang diberikan kepada kita tidak melebihi kemampuan kita.
2. iman kita. (Rom 1:16,17; 1Kor 2:4,5)
Orang percaya mampu melakukan perintah Allah karena ia memiliki iman yang mengalahkan dunia. Memiliki iman berarti memiliki relasi dengan Yesus Anak Allah (ayat 5).
Tuhan Yesus telah mengalahkan musuh manusia yang paling ditakuti yaitu kematian. Logikanya, jika kematian dapat dikalahkan-Nya apalagi hal-hal lainnya. Seandainya saat ini kita berada dalam berbagai penderitaan, kesusahan dan pergumulan berat, bersyukurlah! Mengapa bersyukur? Karena iman yang kita miliki adalah iman yang mengalahkan dunia.
Renungkan: Saat kita mengasihi saudara seiman menunjukkan bahwa kita memiliki iman yang mengalahkan dunia. Tunjukkanlah bahwa Anda memiliki iman yang mengalahkan dunia.














Post a Comment