Roh Kudus, "Rambut Simson" Kita


Hak 16:20,21 kembali bercerita tentang Simson yang akhirnya berhasil dikalahkan, karena Roh TUHAN tidak lagi ada padanya. Kita sudah mempelajari tentang Simson yang dikalahkan oleh bujukan Delilah, yang berbicara tentang keinginan daging/dunia. 

Allah memberikan kekuatan pada kita, setiap umatNya, tetapi satu hal, Allah tidak memaksa kita untuk menerimaNya, melainkan kita diberi pilihan, sama seperti Simson, yang diberikan pilihan, apakah akan menjaga kekudusan yang dari Allah, atau menurut keinginan Delilah (keinginan dunia/daging). Sebagaimana kita tahu, Roh TUHAN yang ada pada Simson sangatlah kuat, sampai Simson dapat mengangkat pintu gerbang kediaman orang-orang Filistin, dan menaruhnya di atas bukit. Ini menunjukan betapa pada saat itu, Roh Allah benar-benar bekerja pada Simson, namun saat Simson memilih jalan yang lain, jalan yang memenuhi keinginan dagingnya, seketika itu juga Roh Allah meninggalkan Simson. Satu hal yang kita pelajari adalah, Simson jatuh kedalam tangan Delilah bukan pada saat pertama kali Delilah membujuknya, tetapi pada saat beberapa kali setelahnya. Ini menunjukan bahwa "dunia" membujuk umat Allah bukan hanya sekali, jika "dunia" gagal pada usaha pertama, maka ia akan kembali membujuk kita, sampai kita sebagai umat Allah akhirnya menyerah. Inilah yang perlu kita waspadai.     Kalau kita ikut TUHAN, jangan pernah berkompromi, sebab jika TUHAN berkata "jangan", maka hal itu seharusnya tidak bisa kita tawar, sebab akibatnya sangat fatal seperti kisah Simson.

Rambut Simson secara rohani berbicara tentang sesuatu yang dipercayakan Allah pada kita sebagai umatnya. Apa yang dipercayakan Allah pada kita? Dalam Ef 1:13 dikatakan kita dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan itu. Saat kita datang dalam percaya pada TUHAN, kita memberi diri kita dibaptis dalam air, dan setelah itu, kita harus dibaptis dalam Roh, sesuai janji dan ketentuan Allah, inilah yang dipercayakan Allah pada kita, yaitu Roh Kudus.
Bila seseorang ingin masuk dalam gedung bioskop misalnya, maka orang itu harus membeli tiket masuk, dan tidak akan bisa masuk, bila ia tidak memiliki tiket itu, sama seperti manusia yang ingin masuk Surga, maka manusia harus percaya dan memiliki meterai Roh Kudus sebagai "tiket" masuk. Maka dari itu, Roh Kudus ini, yang dipercayakan pada kita, harus kita jaga, sampai akhir hidup kita, tidak boleh sekalipun kita serahkan pada keinginan "daging". Hal yang perlu kita waspadai adalah tipu muslihat "dunia" untuk membujuk kita, termasuk membuai kita dalam pelukannya, dan menidurkan kita dalam pangkuannya, sama seperti Simson tidur di pangkuan Delilah. 

Dalam Ams 19:15 dikatakan bahwa kemalasan mendatangkan tidur nyenyak. Dalam Mat 13:25 dikatakan, musuh datang pada semua orang tidur. Itulah sebabnya kita harus berjaga agar rohani kita jangan sampai "tertidur", sebab sekali saja rohani kita terbuai oleh "dunia", maka rohani kita akan sangat teramat susah untuk bangun lagi, dan itulah juga sebabnya, kita harus berjaga-jaga, dan giat untuk "membangunkan" dan memulihkan rohani kita. Sekali lagi, jangan malas / tidur rohani sebab hal ini akan membuat kita terlelap secara rohani, dan pasti akan jatuh dlam pangkuan "dunia". Tanda-tanda malas / tidur rohani bisa merupakan memprioritaskan keinginan "daging", mendahulukan kepentingan pribadi dalam hal ekonomi, dan sebagainya. Sebagai umat yang diberkati, firman sudah disampaikan pada kita, dan pilihan yang sama yang ditawarkan pada Simson, sekarang ditawarkan pada kita juga, jadi tentukan pilihan kita sekarang, dan jangan sampai salah pilih.

comment 0 comments:

Post a Comment

 
© 2010 B'Tm Street is proudly powered by Blogger